Retorika artinya seni berbicara atau keterampilan berbicara yakni ilmu
yang mempelajari cara mengatur kata-kata supaya timbul kesan menarik bagi pihak
lain.
Retorika/public speaking berasal dari bahasa yunani Rhetoria yang
berarti seni berbicara dengan orang lain, baik antar personal
(satu-kepada-satu) dan berkembang menjadi kegiatan komunikasi massa
(satu-kepada-semua).
Tujuan : mempengaruhi dan merayu publik dalam rangka membentuk dan
membina opini publik/pendapat umum.
Retorika sebagai seni mengandung banyak unsur personal (membusuk) yang
tinggi seperti penggunaan suara, bahasa lisan yang indah,berirama dalam
menyampaikan pesan.
Merayu publik adalah hal yang sangat penting dalam rangka mencapai
tujuan-tujuan kita terutama dalam hal membangun kesadaran dan kebenaran.
Retorika deliberatif
Retorika deliberatif dirancang untuk mempengaruhi khalayak dalam
kebijakan pemerintah.
Pembicaraan difokuskan pada keuntungan dan kerugian jika sebuah
kebijakan diputuskan/dilaksankan.
Retorika forensik adalah retorika yang berkata dengan pengadilan, fokus
pembicaraan pada masa lalu yang berkata dengan keputusan pengadilan.
Retorika demonstratif
·
Mengembangkan wacana yang dapat
memuji/menghujat.
·
Retorika politik pada umumnya
menerapkan retorika untuk mempengaruhi khalayak
Pidato
a. Pelaksanaan retorika adalah pidato
b. Dengan pidato kepada khalayak secara terbuka akan berkembangnya wacana
publik dan berlangsung proses persuasif
c. Melalui pidato akan dapat terungkap adanya konflik dan konsensus
d. Pidato adalah negosiasi dan dengan retorika politik akan tercipta
masyarakat dengan negosiasi (konflik dan konsensus) yang terus berlangsung.
Sistem persiapan
1. Menggunakan konsep teks atau naskah
2. Menentukan inti/garis besar yang akan dibicarakan
3. Menghafal konsep secara persis
4. Tampil secara spontan
Materi yang menarik
1. Simple
2. Berbobot
3. Dapat dimengerti
4. Aktual
5. Bernuansa baru